Kemahasiswaan, Kaderisasi, dan Pembebekan
berawal dari acara swasta pada puncak PPAB angkatan 2006. swasta teriak-teriak, 2006 membebek. katanya mahasiswa sudah bisa menentukan arah geraknya sendiri, tapi kenapa masih harus membebek? katanya mahasiswa insan terpelajar, tapi kenapa cara bicaranya tak beda jauh dengan preman? katanya mahasiswa selalu menentang tirani, tapi kenapa justru mereka yang membuat tirani?
merdeka. sudahkah kita merdeka? sudahkah kita bisa menentukan jalan hidup kita sendiri, bukannya masih membebek? sudahkah kita mempunyai jiwa orang merdeka? sudahkah pantas kita merdeka? atau proklamasi 1945 hanyalah kebohongan semata, karena kita masih terjajah, hanya terjerat dalam euforia kemerdekaan semu?
walaupun terlihat tua, ternyata sepertinya pepatah "Ing Ngarso Sung Tuladha, Ing Madya mangun Karsa, Tut Wuri Handayani" masih tetap berada dalam jiwa mudanya, tak usang tertutup zaman...
Tuesday, 22 May 2007
Friday, 4 May 2007
Helter Skelter
kenapa kita selalu berbohong? sulitkah untuk sekedar jujur, setidaknya pada diri sendiri? kenapa selalu berpikir, "seharusnya tidak seperti ini, nanti kata orang....", yang akhirnya memaksa diri kita untuk menjadi sesuatu yang bukan kita sendiri? mungkin ini aneh bagi sebagian orang, tapi ini yang ingin saya jadikan prinsip: say what you mean, mean what you say. tidak ada lagi kebohongan, semuanya murni dari diri sendiri. saya ingin hidup tanpa kebohongan, semuanya menjadi diri sendiri, tanpa takut perkataan orang. mungkin.....
Tentang
Buah Pikiran
Wednesday, 2 May 2007
School Rumble
Sekali lagi, tentang pendidikan
pendidikan adalah untuk pencerdasan. tidak menjadi cerdas, maka pendidikan gagal. semua berasal dari zaman dahulu kala. manusia butuh belajar. belajar untuk bisa mengetahui mengenai alam, agar bisa bertahan. pembelajaran bisa didapat dari dua cara, pembentukan dan pendidikan. pembentukan adalah pembelajaran dimana manusia mengalami sendiri sebuah kejadian yang melalui itu dia tarik maknanya. tapi untuk mendapat pembelajaran seperti ini sangatlah tidak mungkin untuk mengalami semua kejadian agar dia belajar. oleh karena itu dia memperhatikan orang yang mengalami kejadian itu, agar dia tarik maknanya, walaupun tidak sebanyak kalau dia alami sendiri. itulah pendidikan.
pendidikan berarti pembelajaran melalui contoh. melalui contoh, diharapkan orang tidak lagi perlu mengalami kejadian yang sangat tidak mengenakkan, tapi tetap bisa menarik dari kejadian itu. dia lihat sebuah kejadian sebagai pengamat, dia telusuri semua aspek-aspeknya, lalu dia tarik maknanya. itulah pendidikan. pendidikan bukan ujian. pendidikan tidak sedangkal itu.
*menyambut 2 mei..... majulah pendidikan Indonesia!!*
pendidikan adalah untuk pencerdasan. tidak menjadi cerdas, maka pendidikan gagal. semua berasal dari zaman dahulu kala. manusia butuh belajar. belajar untuk bisa mengetahui mengenai alam, agar bisa bertahan. pembelajaran bisa didapat dari dua cara, pembentukan dan pendidikan. pembentukan adalah pembelajaran dimana manusia mengalami sendiri sebuah kejadian yang melalui itu dia tarik maknanya. tapi untuk mendapat pembelajaran seperti ini sangatlah tidak mungkin untuk mengalami semua kejadian agar dia belajar. oleh karena itu dia memperhatikan orang yang mengalami kejadian itu, agar dia tarik maknanya, walaupun tidak sebanyak kalau dia alami sendiri. itulah pendidikan.
pendidikan berarti pembelajaran melalui contoh. melalui contoh, diharapkan orang tidak lagi perlu mengalami kejadian yang sangat tidak mengenakkan, tapi tetap bisa menarik dari kejadian itu. dia lihat sebuah kejadian sebagai pengamat, dia telusuri semua aspek-aspeknya, lalu dia tarik maknanya. itulah pendidikan. pendidikan bukan ujian. pendidikan tidak sedangkal itu.
*menyambut 2 mei..... majulah pendidikan Indonesia!!*
Subscribe to:
Posts (Atom)
